Showing posts with label Akhlaq. Show all posts
Showing posts with label Akhlaq. Show all posts

IBU...

Co-paste Postingan dari Facebook :

Sepatutnya tidaklah cukup di hari Kartini saja yang memang sudah menjadi rutinitas tahunan setiap tanggal 21 April tiap-tiap tahun yang secara otomatis dirayakan, namun artikel dan kisah ini tidak akan rentan sedikitpun walau dimakan waktu. 

Alangkah mulianya seorang ibu yang telah melahirkan kita, tidak akan ada kita jika tidak ada ibu kita. Sudah seharusnyalah kita selalu memuliakan orang tua, terutama ibu.

Seorang ibu ingin meminjam uang kepada anaknya yang telah mapan. Dengan suara rendah disertai rasa malu ibu berkata : " Nak, bolehkah ibu meminjam uang 100 ribu,? Ibu ada perlu buat beli beras.". Anaknya tidak langsung menjawab, dengan raut muka datar ia berkata: " Iya Bu, nanti Aku tanya istriku dulu", seakan berat untuk mengiyakan, karena belum tentu isterinya mengiyakan...Ketika Sang Anak masuk ke dalam rumah ia melihat dus susu anaknya masih ada bandrol harga Rp 50.000, kemudian dia merenung. Jika 1 dus habis 1 hari x 30 hari x 2 th = 36 juta....!!!!. Dia berfikir, waktu balita dia hanya diberikan ASI oleh ibunya, harganya tak terhingga, super steril, diberikan dengan penuh kasih sayang.... Jika didapat oleh seorang anak selama 2 tahun berapa yang harus ia bayar?? Kemudian ia berbalik dan menatap wajah ibunya yang teduh walau telah dimakan usia. Dirimu telah memberikan semua kasih sayang, harta dan semuanya kepadaku tanpa pamrih, dan semua itu kuterima dgn GRATIS..Maafkan anakmu ini yang tidak tahu balas budi.. Segera ia memeluk ibunya dan mengecup keningnya dan memberi uang Rp 3 jt, sambil menangis ia berkata: "Ibu, jangan berkata pinjam lagi yaa, hartaku adalah juga milikmu, do'akan anakmu ini agar selalu berbakti padamu". Sambil berkaca-kaca ada air bening di pelupuk mata ibu ia berkata: "Nak, di setiap keadaan ibu selalu berdo'a agar kita semua selalu dikumpulkan di dunia dan di SURGA nanti dalam kebahagian.. Semoga Bermanfaat. (Jangan biarkan bacaan bermakna ini mengendap di telepon mu, jadikan ladang pahala dg meberikan ke orang lain..bagi PARA ISTRI ingatlah bahwa rizki dari suamimu adalah juga hak mertuamu. Dan juga perlakukan lah ibu mertua seperti ibu kandung sendiri...

Tolong share agar banyak yg tahu dan merenungkan dari kisah ini. Semoga kita senantiasa dapat membahagiakan kedua orang tua kita, AAMIIN...

HARGA SHOLAT BERJAMAAH DAN FADHILAH SHOLAT BERJAMAAH

Ikhwan fillah rohimakumullah,

Baru tadi malam mendapatkan share dari seorang kawan tentang seorang berpangkat tinggi namun tetap lebih mendahulukan sholat berjamaah dalam kondisi apapun karena tahu fadhilahnya sholat berjamaah. 

Berikut  ulasan tentang apa yang saya dapatkan dari kawan tersebut, dan saya pun ingin berbagi dan semoga bermanfaat.

Tidak banyak orang yang bisa konsisten shalat berjamaah di masjid. Apalagi ketika dibenturkan dengan urusan pekerjaan. Namun, tidak demikian dengan Kapolda ini. Pekerjaan apapun ia hentikan ketika mendengar adzan. Rapat apapun ia tinggalkan. Bahkan jabatan dan pangkatnya ia pertaruhkan, demi shalat berjamaah di masjid di awal waktu.


Kebiasaannya adalah mengejar shaf pertama. Ia ingin selalu bisa shalat tepat di belakang imam di sebelah kanan.

Dialah Kapolda Nusa Tenggara Barat (NTB) Brigjen. Pol. Drs. Umar Septono, S.H., M.H. Semangat shalat jamaah itulah yang kemudian ia tularkan ke institusi dan stafnya. Dalam berbagai forum, Brigjen Umar mengingatkan pentingnya shalat jamaah karena panggilan pertama adalah panggilan adzan yang pada hakikatnya merupakan panggilan Allah.

�Lima waktu saya di awal waktu, berjamaah, di masjid, di saf depan sebelah kanan. Itu harga mati,� kata Brigjen Umar. 

�Kegiatan apapun sibuknya harus saya hentikan. Rapat siapapun yang mimpin saya tinggalkan. Dunia saya pertaruhkan, pangkat jabatan ini,� tegasnya. �Karena kembali tadi, tidak Aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah. Itu kata kuncinya. Dipegang.�

�Di kesibukan dunia, yang kerja, yang shopping, yang apa itu, rapat kuliah, itu harus dihentikan karena panggilan paling tinggi hanya satu: Allahu akbar Allahu akbar!�

GADIS MUSLIMAH KOREA NAN CANTIK DAN MEMPESONA

Seorang gadis asal Korea Selatan (Korsel) bernama Ayana menjadi perbicangan di berbagai media sosial.

Bukan karena dia anggota girl band ataupun pemain di drama-drama Korea yang lagi ramai saat ini.

Gadis berusia 21 tahun tersebut merupakan seorang muslimah yang tengah naik daun usai sejumlah fotonya di dunia maya tersebar.

Kulit putih dan dibalut dengan kerundung membuat pesona kecantikan gadis ini semakin terlihat.

Gadis yang mengaku hanya satu-satunya orang di keluarganya yang memeluk Islam mengaku amat bahagia dan bangga dengan kerudung dan statusnya sebagai penganut Islam di negeri yang Islamnya adalah minoritas.

"Saya menetap di Seoul, jumlah penduduknya kurang lebih 50 juta jiwa, dan penganut Islamnya hanya satu persen," ungkapnya.

Sementara itu, untuk menambah pengetahuan mengenai Islam.
Ayana berniat untuk melanjutkan pendidikannya di Universitas Islam Internasional Malaysia.


Ayana menjadi mualaf ketika bersekolah setingkat SMA di Korea. Gadis Korea kelahiran 28 Desember 1995 ini kini sedang menempuh studi di Malaysia.

sumber : http://aceh.tribunnews.com

DATANGKAN PERTOLONGAN ALLAH DENGAN SHALAT SUBUH BERJAMAAH

Pencanangan Gerakan Shalat Subuh Berjamaah pada 12 Desember 2016 mendatang dinilai pas. Sebab, Shalat Subuh berjamaah akan mengundang pertolongan Allah SWT.

Aa Gym melihat pas kalau 12 Desember dicanangkan sebagai Gerakan Shalat Subuh Berjamah. Apalagi, Shalat Subuh itu seperti shalat semalam suntuk. ''Aa sangat mendukung semangat itu tetap dipertahankan. Ini akan mengundang pertolongan Allah SWT,'' ungkap Aa Gym, Rabu (7/12).

Gerakan ini harus menjalar ke mana-mana. Shalat subuh harus seperti shalat Jumat. Akan dahsyat keberkahan buat Indonesia kalau bisa begitu.

Tiap masjid harus aktif. Setiap yang bersemangat di Aksi 212 harus jadi penggerak Shalat Subuh berjamaah di masjidnya masing-masing.

Aa Gym menilai, apa yang terjadi pada Aksi Bela Islam III pada 2 Desember 2016 itu murni perbuatan Allah SWT yang tidak terjagkau nalar. Itu fondasi untuk melangkah ke arah lebih baik dalam segala hal, 212 itu aset luar biasa. ''Kalau ada yang melihat itu ancaman, Aa justru melihat ini aset bangsa,'' kata pengasuh Pondok Pesantren Daarut Tauhiid, Bandung itu.

Setelah Gerakan Shalat Subuh Berjamaah, bangun semangat bersedekah, semangat ekonomi, dan media. Kelanjutan gerakan ini sedang dimatangkan dan insha Allah pada 12 Desember akan ada kabar lanjutannya.

Dalam Silaturahim Pasca Aksi Bela Islam III di Masjid Raya Pondok Indah, pada Selasa (6/12), Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI (GNPF), Ustaz Bachtiar Nasir, menyampaikan, untuk merawat semangat Aksi 2 Desember (212) dan menjaga persaudaraan, GNPF akan mengadakan Safari Nasional dan Gerakan Shalat Subuh Berjamaah. Gerakan ini akan dimulai pada 12 Desember.

Ia mengajak semua umat Islam untuk juga menggerakkan shalat subuh berjamaah pada 12 Desember di semua masjid. Ini jadi gerakan awal kebangkitan Islam. Gagasan-gagasan yang digulirkan GNPF, kata Ustaz Bachtiar, adalah ide umat dan GNPF hanya menangkap aspirasi. Karena itu GNPF tidak pernah melakukan konferensi pers sebelum menyerap aspirasi umat.

SEBELAS SITUS ISLAM DIBLOKIR, KENAPA ? JUST SHARE ...

Pemerintah ternyata tidak main-main. Pagi ini beberapa situs sudah diblokir, seperti situs hidayatullah.com, eramuslim.com, dakwatuna.com dan lain-lain. Tentu saja pemblokiran situs ini menimbulkan kegaduhan di kalangan wartawan Islam. 

�Mengapa kok hanya situs Islam yang diblokir. Kenapa situs-situs atau media yang dikomandani orang-orang Kristen Radikal dibiarkan,� kata seorang wartawan Suara Islam. 

�Ini kan juga karena perintah Amerika kepada BNPT agar situs-situs Islam Radikal, terutama pendukung ISIS dan al Qaida diblokir. Dan M Fakhry pemimpin redaksi mustaqbal.net kena getahnya. Coba kalau wartawan sekuler atau Kristen, wah langsung heboh media massa. Wartawan ditangkap. Tapi karena Fakhry Islam judulnya ganti teroris ditangkap,� tambahnya. 

Wartawan Harian Islam Republika juga geram. Gara-gara pemblokiran ini, Republika mengangkat isu kenapa situs Islam radikal dibredel, situs komunis dibiarkan? Mantan wartawan Kompas, Satrio Arismunandar juga mengangkat isu ini. Republika bahkan lebih keras lagi kemudian membuat judul: �Cara Kemenkominfo Lebih Jahat Dari Orba�. 

Siswono Pemimpin Redaksi Sharia.co.id juga sangat menyesalkan sikap pemeirintah saat ini. �Di era internet dan kebebasan informasi sekarang, kenapa justru media Islam yang terkena bredel? 

Kenapa media-media Kristen dan Komunis dibiarkan?� tanyanya. Siswono kemudian menjelaskan bahwa sharia.co.id merupakan situs baru, kalau umurnya lebih dari dua tahun mungkin juga sudah dibredel. Sedangkan seorang penulis di hidayatullah.com mengaku sedang menyiapkan pengacara. Sementara itu, di media social juga ramai ajakan demo untuk memprotes pemblokiran ini. 

�Kalau perlu tidak cuma wartawan tapi semua pecinta media Islam, ayo kita turun ke jalan, juga bersama mahasiswa kita turunkan pemerintahan zalim Jokowi,� kata Sobari ar dalam facebooknya.

(*Nuim Hidayat) 

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/www.sharia.co.id/situs-islam-radikal-diblokir-situs-kristen-radikal-dan-komunis-dibiarkan_555461b07397733b1490557c

Ustadz Felix Siauw : �Logika Terbalik Hormati Orang yang Tidak Berpuasa�

"Nggak papa warung buka pas Ramadhan, logikanya, kalau imannya kuat, nggak akan goyah sama godaan warung yang terbuka"

Sekilas pernyataan ini benar, padahal salah samasekali, bila ada yang berpikiran sama seperti diatas, lanjut aja baca, siapa tau berubah hehehe...

Pertama harus dipahami dulu bahwa dalam Islam, boleh atau tidaknya, bisa atau nggaknya, halal atau haramnya, semua diserahkan pada Allah sebagai pencipta, bukan logika manusia

Misalnya, benar jika seorang Muslim itu keimannya kuat, maka dia tidak akan tergoda oleh agama yang lain selain Islam, tapi tidak serta merta lantas membolehkan dia untuk beribadah mengikuti cara agama lain hanya dengan alasan "Gue nggak akan terpengaruh kok!".

Karena Allah sudah memberikan hukum-Nya, sudah jelas halal dan haramnya

Nah, bagaimana dengan warung yang tetap buka ketika Ramadhan?

Sejauh yang saya pahami, yang diharamkan adalah memberi makan atau memfasilitasi orang yang mampu berpuasa dan mukim, sebab "dia menjadi perantara bagi keharaman". Adapun bila warung itu menjual yang memiliki udzur syar'i untuk tidak berpuasa seperti musafir, ibu hamil dan menyusui, serta anak-anak, maka sah-sah saja

Disinilah letak peraturan itu perlu, maka penguasa boleh saja memberikan regulasi kepada warung-warung makan khusus pada saat bulan Ramadhan untuk mengondisikan bulan Ramadhan, seperti buka menjelang maghrib, ditutup dengan tirai dan sebagainya

Bisa juga dengan menanyai setiap yang datang, lalu menjual hanya bila pembeli bisa menunjukkan bahwa dia memang tidak wajib berpuasa, atau pembelinya bukan seorang Muslim

Problemnya tidak selesai sampai disitu. Karena kasus yang akhir-akhir ini mencuat, tidak hanya kasus "warung buka saat Ramadhan" ansih, tapi isu ini ditunggangi kaum liberal, sehingga menjadi ujung tombak menyerang perda-perda yang dianggap syariah, dan menyerang Islam secara umumnya

Lihat saja jargon salah pikir seperti "hormati yang tidak berpuasa", atau seperti jargon diatas "kalau puasanya khusyuk, nggak akan terpengaruh kok sama warung buka!"

Lha, ini semua terbalik, mayoritas Muslim, ini bulan mulianya Muslim, lha seharusnya yang Muslim lebih layak dihormati di bulan mulia ini, bukan malah menantang "Kalau puasamu khusyuk, kamu nggak akan tergoda, kalau kamu tergoda artinya puasamu sia-sia"

Mengenai ada Muslim yang justru imannya bertambah kuat saat diuji berat, saat berada di negeri yang bukan Muslim dan notabene tak ada suasana Ramadhan, ini juga tak bisa dijadikan dalil bolehnya bertindak semaunya di bulan Ramadhan

Walaupun, saya sangat setuju, untuk penindakan pelanggaran satu peraturan yang sudah disepakati, seharusnya bisa lebih bijak dan lebih halus, lebih banyak ke negosiasi dibanding anarkis

Dan bila mau jujur, tidak standar ganda, penggusuran yang dilakukan di ibukota sebetulnya jauh lebih sadis dan jauh lebih tidak manusiawi, dan seharusnya lebih besar dipermasalahkan

Kembali lagi ke problem utama, hanya saja, memang problemnya isu ini dimanfaatkan untuk menyesatkan pola pikir masyarakat

Karena kalau logika sesat ini dijalankan terus, maka esok usaha pemurtadan bisa berkedok sama "Kalau kamu yakin imanmu, kamu nggak akan peduli sama pemurtadan, biarin aja!".

Atau dalam pergaulan "Kalau kamu yakin imanmu kuat, nggak papa kok pelacuran, kalau kamu nggak melacur kenapa takut!".

Atau dalam ekonomi, "Kalau kamu yakin bisa bersaing, ya nggak papa perusahaan multinasional dan asing bersaing sama kamu!"

Atau kita memang sudah terjebak pola pikir begitu?

Sumber dari : https://www.facebook.com/UstadzFelixSiauw/posts/10154106818176351

KEMULIAAN TANGGAL 10 MUHARRAM


Beberapa waktu yang lalu, tepatnya Jumat (23/10), Hari Asyura, 10 Muharram menyapa umat Muslim. Pada hari itu, Rasulullah SAW menganjurkan untuk berpuasa. Meskipun sunat, tetapi keutamaannya tak boleh dilupakan. 

Abu Hurairah menukil sebuah riwayat tentang keistimewaan puasa Asyura. Dijelaskan bahwa, puasa yang lebih utama setelah Ramadhan ialah puasa di bulan Muharram. Dan, shalat yang lebih utama derajatnya setelah shalat wajib ialah shalat tahajjud.  

Kitab klasik karangan Imam Yusuf bin Hasan bin Abd al-Hadi al-Maqdisi ad-Dimasyqi al-Hanbali ini, yang berjudul Ma�arif al-In�am wa Fadhl as-Syuhur wa al-Ayyam ini mengungkap keutaman-keutamaan 10 Muharram tersebut.  

Ada banyak keutamaan berpuasa Muharram. Riwayat Abu Qatadah al-Anshari menyebut, puasa Asyura menutupi dosa tahun yang lalu. Dosa yang dimaksud itu, menurut Imam Nawawi, adalah dosa kecil dan bukan dosa besar. Keutamaan lain, seperti dijelaskan oleh Ibnu Abbas. 

Ia mengatakan bahwa, tidaklah Rasulullah berpuasa dan mencari keutamaannya atas hari-hari yang lain, kecuali puasa pada hari ini (Asyura). Dan, tentunya, berpuasa Asyura adalah  bentuk mengikuti sunah Nabi Musa AS atas rasa syukur telah diselamatkan Allah dari kejaran tentara Firaun.

Bahkan Ibn al-Mibrad menyebutkan fakta mencengangkan, bahwa tak hanya umat manusia yang berpuasa pada 10 Muharram, binatangpun turut berpuasa 10 Muharram. Suatu ketika, Khalifah Dinasti Abbasiyah, al-Qadir Billah, terheran dengan semut yang enggan memakan roti pemberiannya. Tiap hari, kebiasaan itu ia lakukan. Tapi entah mengapa, pada siang hari itu, roti-roti yang ia berikan masih utuh. 

Ia pun lantas menanyakan kejadian aneh itu kepada para penasehatnya. 
Mereka menjawab, alasan semut tidak menyantap roti tersebut lantaran hari itu adalah 10 Muharram. Kisah yang sama juga pernah dicermati oleh seorang alim, Fath bin Syukhruf.�Roti yang tiap hari aku berikan kepada semut, tidak mereka makan ketika 10 Muharram,� katanya. 

HATI PEMAAF

�Sesungguhnya telah datang kepada kalian seorang Rasul dari kalanganmu sendiri. Berat terasa olehnya penderitaan kalian: dan dia sangat menginginkan (keselamatan dan keamanan) bagi kalian serta amat belas kasih lagi penyayang tehadap kaum mukmin.� (QS at-Taubah: 128).

Di tengah perilaku kekerasan yang melanda masyarakat kita, diwarnai upaya memaksakan kehendak, melunturnya kepedulian sosial, timbulnya kesenjangan sosial, kekerasan dalam rumah tangga, juga dendam yang diperturutkan, maka sikap lemah lembut menjadi pilihan dalam menyikapi berbagai persoalan kehidupan.

Becermin dari perilaku teladan Nabi Muhammad SAW, maka sudah selayaknya kita mengambil ibrah dan sirah nabawi dalam bersikap dan bertindak.

Setidaknya ada tiga perilaku teladan Rasul SAW yang memperlihatkan kelembutan hati, untuk mengantisipasi gejala sosial kemasyarakatan ini , yaitu sikap rela memaafkan, rendah hati (tawadhu), dan memberi tanpa pamrih. Ketiga sikap tersebut bersumber pada luasnya limpahan rasa kasih sayang beliau pada umatnya.

�Maka disebabkan rahmat dari Allahlah kamu (Muhammad) berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu�� (QS Ali Imran: 159)

Rasulullah SAW memiliki sikap memaafkan bukan karena terpaksa atau karena tidak mampu membalas, tapi karena kasih sayang dan keikhlasan yang sempurna. Sikap rela memaafkan yang beliau contohkan bukan karena adanya paksaan dari orang lain, atau adanya pertimbangan keuntungan yang akan diperoleh, namun semata-mata dilakukan untuk mendapatkan ridha Allah SWT.

Menurut Imam al-Ghazali, memaafkan yang hakiki adalah bahwa seseorang itu memiliki hak untuk membalas, mengkisas, menuntut, atau menagih dari seseorang yang tertentu, tapi hak yang dimilikinya tersebut dilenyapkan atau digugurkan sendiri. Sekalipun ia berkuasa untuk mengambil haknya itu.

Sikap yang kedua adalah tawadhu bukan berarti merendahkan martabat, akan tetapi justru akan menambah ketinggian akhlak. Rasulullah SAW berpesan kepada para sahabatnya, �Rendah hati (tawadhu) itu tidak menambah seseorang melainkan ketinggian. Karena itu bertawadhulah, pasti Allah akan meninggikan derajatmu.�

Sikap yang ketiga adalah, memberi sesuatu yang kita miliki  tanpa pamrih, sebagaimana firman Allah SWT, �Dan janganlah kamu memberi dengan maksud memperoleh balasan yang lebih banyak.� (QS al-Mudatstsir: 6). 

Salah satu bentuk pemberian adalah berupa harta yang kita miliki, dalam bentuk sedekah. Bersedekah itu tidak memengaruhi harta seseorang, melainkan akan semakin menambah banyak jumlahnya. Karena itu bersedekahlah, pasti Allah akan memberikan kasih sayang-Nya pada kalian semua. (HR ad-Dailami)

Lebih jauh Rasul SAW bersabda, "Seutama-utamanya akhlak dunia dan akhirat adalah agar engkau menghubungkan tali silaturahim dengan orang yang memutuskan silaturahim denganmu, memberi sesuatu kepada orang yang menghalang-halangi pemberian padamu, serta memberi maaf kepada orang yang menganiaya dirimu." (HR Thabrani, Baihaqi, dan Ibnu Abi Ad-Dunya).

Oleh karena itu, nilai moral yang melembutkan hati sebagaimana dicontohkan Rasulullah tersebut layak dihidupkan kembali, minimal dalam kehidupan pribadi, keluarga, hubungan kerja, ataupun masyarakat sekitar kita. Wallahua'lam bish shawwab.

Sumber: http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/hikmah/14/02/13/n0xcon-melembutkan-hati